Apa
Karena Aku Gak Cantik ?
Hi
nama aku Grace, baru-baru ini umurku mencapai 17 tahun loh ! kasih selamat ya
buat aku haha. Aku saat ini tengah
duduk di bangku SMA kelas 3 di salah satu sekolah swasta di Bogor. Banyak yang
bilang kalo di usia 17 tahun bakalan menyenangkan, banyak hal indah yang akan
terjadi dan aku percaya akan hal itu akan terjadi di hidupku pula. By the way
aku punya sahabat, ia selalu menemani hari-hariku yang Happy Singel ini dan
coba tebak ternyata sekarang ia punya pacar untuk pertama kalinya setelah 17
tahun menjomblo bersamaku:p haha. Namanya Selena, ia dan aku sudah
bersahabat sejak kami terlahir di bumi ini haha lebay:p Kami sangat dekat satu sama lain, apa-apa pasti dikerjakan
bersama, nah waktu Selena punya pacar sedangkan aku yang masih betah menjomblo
alias belom punya pacar ini pun membuat kami berdua agak tak nyaman saat
bersama soalnya setiap hari kami yang selalu kemana-mana berdua kini jadi
bertiga ?! Aku pun juga agak merasa mengganggu waktu para pasangan ini untuk
bersama hingga akhirnya keluarlah ide gila Selena yakni ia meminta pacarnya Ken
untuk mencarikan pasangan buatku. Kali aja ada yang srek sama aku pikir Selena.
“Ken kamu ganteng,
kece, keren, smart, sportly, dan jago musik”
“Eisy... ada apaan nih
tiba-tiba puja-puji gitu haha”
“Kamu pasti banyakkkkk
temen yang kayak kamu kan ?”
“Iyalah kita sering
nongkrong bareng juga”
“Nah gimana ?”
“Gimana apanya ?”
“Kira-kira ada gak yang
bakalan suka sama sahabat aku yang gilak, sengklek ini ?”
“Emmhh.... serahin sama
aku. Tenang aja pasti ada kok”
“Ah apa-apaan sih
kalian, buat rencana gila depan pemeran utamanya. Gak...gakk mauuu. Apaan sih
kamu nenek sihir gilak !”
Aku
jelas-jelas menolak untuk dikenalkan dengan temen Ken tapi seberapa kuat aku
menolak tetap saja gak bisa nolak deh sama mereka berdua huffttt....!!! Hari ini seperti biasa pagi hari aku sedang bersiap
buat ke sekolah. Biasnya aku ke sekolah barengan sama Selena tapi yah kalian
tahu sendiri kalo orang pacaran pengennya berdua mulu tapi hari ini beda
tiba-tiba Selena nelpon aku katanya mau pergi bareng aku hari ini jadi aku
sekarang menunggu itu nenenk sihir dateng.
Tak
lama suara klakson mobil pun terdengar di balik pintu pagar rumahku, akupun
berjalan menuju kesana. Terlihat mobil Jazz
putih yang tampak begitu asing buatku. Aku mengira itu bukan mobil
sahabatku Selena dan perkiraanku ternyata benar, itu bukan milik Selena.
Dibalik dalam mobil itu pun muncul seorang cowok yang tak aku kenal dan ia
tiba-tiba saja menyapaku lalu mempersilahkan aku masuk.
“Hi.... Selamat pagi !
Kamu Grace ya ?”
“Eh iya aku Grace”
“Yah udah ayok naik,
aku anter kamu kesekolah. Ken udah nunggu aku disana”
“Baiklah”
Ternyata
cowok itu adalah temen Ken. Ya rencana Selena sepertinya sudah mulai beraksi,
membuatku merasa agak pusing kepala membayangkan apa yang akan terjadi
berikutnya. Didalam mobil aku dan cowok itu hanya diam, tak ada yang dapat kami
bicarakan, aku enggan untuk bertanya lebih dulu karena itu akan membuat harga
diriku turun seolah aku ini yang keganjenan, sorry ajalah. Sampai akhirnya kami
pun tiba di sekolah, disana telah ada pasangan nenek sihir yang sejak tadi
menunggu kami. Lalu mereka pun pergi dan tinggalah aku dan sahabatku.
“Gimana Grace ? Cakep
ya Roy ?”
“Apaan sih ! Dasar
nenek sihir”
“Ih kok kamu marah gitu
sih....”
“Tau ah, beteee....!”
Hari
berlalu dengan semua rencana Selena untuk mendekatkan aku pada Roy, tiap hari
ada saja rencanannya. Hingga akhirnya entah setelah pertemuan yang kesekian
kalinya aku dan Roy, kini kami sudah tampak akrab, aku menikmati saat
bersamanya. Mungkin ini yang dikatakan kalau cinta itu mulai tumbuh pikirku.
Benar
sekali kata orang-orang yang mengatakan kalau jatuh cinta serasa dunia milik
berdua haha=d Aku serasa terbang
keawan setiap kali Roy nge-gombalin aku, pipiku merah merona saat Roy menatap
mataku. Oh tuhan aku kini tengah jatuh cinta pada Roy. Cowok yang dulu aku
pikir menyebalkan, rese, dan pokoknya aku benci sekali padanya kini adalah
cowok yang aku cintai.
Hampir
setiap hari kami melakukan double date,
ya walaupun aku dan Roy belum resmi pacaran. Kami selalu pergi kemana-mana
berempat. Aku dan Roy tak kalah romantisnya dengan Selena dan Ken. Pokoknya hariku
terasa indah sekali, aku bahagia tiap kali bertemu Roy, tapi setiap aku bertemu
dengannya selalu saja aku bertanya dalam hati “Kapan Roy akan menembakku? Kapan Roy akan menyatakan cintanya? Kapan Roy
akan bilang cinta?” pokoknya seperti itulah pertanyaan yang selalu datang
dalam pikiranku.
Hingga
waktu itu pun tiba pikirku. Roy mengajakku bicara berdua saja meninggalkan
Selena dan Ken. Saat itu hatiku benar-benar kacau, detak jantungku tak
beraturam rasanya ingin meledak. Tiba-tiba saja Roy berkata
“Eh sorry ya aku ngajak
kamu kesini”
“Eh iya... Gak papa kok”
“Sebenernya kamu
sekarang udah mulai suka kan sama aku ? Jujur ajalah”
“Eehhh........”
“Udah gak usah sok
bloon deh. Bilang aja kalo kamu suka sama aku kan, tiap aku ngeliat kamu muka
kamu merah, terus pas aku gombal dikit kamu senyum-senyum. Kamu pikir aku
bakalan suka juga apa sama kamu? Coba deh kamu ngaca ! Sengaja aku nyuruh kamu
kesini karena disini punya kaca yang gede. Kamu berdiri samping aku deh, liat
ke kaca ! Emangnya kita cocok ? Aku keren, cakep, banyak cewek yang naksir aku,
sedangkan kamu ? hahahaaha..... Udahlah aku udah gak mau akting lagi, aku
kasian sama kamu. Ternyata cewek kayak kamu itu ada ya. Okee bye.... cewek aku
udah nunggu tuh. Oh iya sekalian ya kamu ngaca juga, liat tuh cewek tu kayak
gitu, buka kayak kamu. Apa perlu aku beliin kaca juga ?”
Aku
gak percaya apa yang barusan terjadi padaku saat ini. Aku masih terdiam di depan
kaca itu, masih melihat kearah cowok yang berlalu pergi meninggalkan aku dan
berlari ke arah cewek lain yang cantik itu. Terpikir olehku “Apa karena aku gak cantik? Hingga aku
merasa sangat menyedihkan seperti ini !” Air mataku tak dapat lagi di
bendung, semua keluar seketika tanpa aku perintahkan. Diusiaku yang ke 17 tahun
ini membuat luka yang mendalam dihatiku. Aku bakalan ingat tentang apa yang
terjadi padaku pada hari itu. Aku bertekat untuk berubah, mulai detik ini aku
bakalan menjadi cewek yang paling cantik.
*1 tahun kemudian*
Usiaku
sekarang 18 tahun, aku tengah berkuliah di Universitas Indonesia sebagai
mahasiswa baru disana. Baru pertama kali aku masuk sudah banyak cowok yang
naksir padaku. Ya sekarang aku sudah tumbuh menjadi cewek yang luar biasa
cantiknya, sejak hari dimana aku dicampakkan, aku merubah diriku, mulai dari
sikapku hingga wajahku. Aku melakukan perawatan yang tak mudah, hingga aku bisa
menjadi seperti sekarang ini. Aku sangat benci pada cowok, apalagi cowok yang
sok kegantengan.
Aku
tak menyangka kini aku menjadi primadona kampus. Kalian masih ingat dengan
sahabatku Selena dan pacarnya Ken ? Mereka sampai sekarang masih berpacaran,
sungguh langgeng mereka. Universitas diluar negeri menjadi pilihan mereka
berdua. Aku masih sering menyapa mereka berdua, sampai sekarang pun mereka
masih saja mencarikan aku pacar haha=))
(gak
kapok deh mereka). Aku gak menceritakan apa yang terjadi padaku dan Roy
waktu itu dengan Selena dan Ken. Aku takut nanti Selena merasa bersalah.
Suatu
hari saat aku sedang makan dikantin bersama teman-teman satu fakultasku
tiba-tiba ada seorang cowok yang memanggil namaku.
“Graceee...... Masih
inget sama aku gak ?”
“Eh sorry... Aku gak
inget deh, kamu siapa ya?”
“Alah kok kamu tega
banget sih gak inget sama aku. Kamu beneran gak inget sama aku? Atau kamu
pura-pura lupa?”
“Iyaa... Aku gak inget
beneran”
“Wih aku gak nyangka
kalo kamu sekarang jadi cantik banget, jadi primadona kampus lagi”
“Apaan sih...”
“Ayolah aku Roy... Masa
sih kamu gak inget sama aku. Kamu kan dulu suka sama aku. Masa gak inget sih
sama muka aku, cowok yang pertama kali kamu taksir”
“Ohhh iyaa Roy...”
“Tuh kan ah, ada acara
gak nanti malem. Dinner yuk?!”
“Eh sorry ya Roy, aku
beneran lupa sama cowok yang dulu ninggalin aku di depan kaca gede dan nyuruh
aku buat ngaca itu kan? Kok kamu ninggalin aku gitu aja sih, apa karena aku gak
cantik ? terus sekarang karena aku udah cantik kamu mau deketin aku lagi gitu ?
Dunia ini sempit banget ya. Bisa ketemu sama kamu di sini. Oh iya kamu mau
ngajakin aku dinner ? Eh tapi sorry malam ini aku udah ada janji sama kak
Dicky. Kamu tau kan sama kak Dicky? Dia cowok terpopuler dikampus kita, dia
udah ngajakin aku terus dari kemaren. Oh iya satu lagi, kamu bukan tipe aku
Roy. Ini kaca buat kamu. Byeee....”
Saat
itu kami sedang jadi sorotan kantin, semua orang dikantin berkerumun untuk
melihat kejadian itu. Aku mempemalukan Roy lebih kejam dari ia mempermalukan
aku waktu dulu. Sekarang Roy menjadi populer dalam sekejap bukan populer karena
ia ganteng tapi populer sebagi orang yang dipermalukan oleh primadona kampus
dan terkenal sebagai cowok berengsek.
*END*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar