Udah lama nih gak buka blog gue... dulu kalo ngepost di blog biasanya selalu ngepost tentang hal-hal yg udah lumrah alias hal yg udah di post sama orang laen (copas). Contohnya tentang 7 kelebihan internet atau cara mengobati/mengatasi inilah itulah blablaaablaaa...... Berbeda dari post yg dulu kali ini gue buat blog baru yg akan gue post tentang coretan tangan sendiri (udh gk lg copas brayyy...) Blog ini bakalan gue isi dengan berbagai tulisan gue, cerpen misalnya atau cerita-cerita gue sehari-harinya.
Nah, untuk post di blok gue yg pertama ini gue bakalan ngisi coretan tangan gue yaitu sebuah cerpen yg belom lama ini gue buat. Gini nih ceritanya waktu itu gue baru aja pulang dari kampus sekitar jam 6.00pm lewat, gue langsung nyalain laptop karena emang udah kebiasaan gue tiap hari maen laptop. Pas gue nyalain tuh tiba-tiba aja gue pengen nulis nih, sebelom nulis gue mandi dulu bentar terus nyiapin beberapa cemilan dan akhirnya gue mulai mencoret-coret di layar laptop gue. Judul cerpen yg gue buat agak alay dikitlah biasa remaja labil gitu haha yaitu "Kebahagiaan Sesungguhnya". Okee dari pada basa-basi terus dari tadi mending langsung cekidot aja nih cerpen gueeee.......!!!!!!!!
(Note: Cerpen ini gue buat cuma satu hari loh !? Gue buat mulai malem itu dan paginya udah kelar jadi harap maklum aja kalo jelek dan kata-katanya kurang pas atau terkesan bertele-tele okee?!).
KEBAHAGIAAN
SESUNGGUHNYA
Penulis
Cerpen : Elsik
Cerita
ini berawal dari seorang cewek yang tidak terlalu cantik tapi baik hati. Ia
tinggal bersama keluarga sederhana tapi selalu menyayanginya, ia mempunyai 2
saudara laki-laki dan ia adalah anak terakhir dari keluarga yang hanya memiliki
1 anak perempuan. Ibu dan ayahnya sering bertengkar tapi itu tidak pernah
membuat keluarga ini hancur berantakan tapi malah membuat keluarga ini menjadi
hangat, saling percaya, menghargai satu sama lain, serta selalu bersama-sama
menghadapi setiap masalah, karena dalam kehidupan nyata ini tidak mungkin hanya
merasakan bahagia dan senang-senang saja seperti dikehidupan drama sinetron pasti
banyak masalah yang dihadapi, amarah yang meracuni, emosi yang kian
menjadi-jadi dan gosip-gosip serta fitnah tentang mereka yang tiap hari
menghantui, tapi semua itu adalah cobaan untuk menempuh sebuah kebahagiaan yang
sesungguhnya.
Dikelilingi
oleh saudara laki-laki setiap harinya membuat si cewek berprilaku meniru
saudara-saudaranya, ya prilaku seperti anak laki-laki dan kalian tahu bukan ia
sebenarnya anak perempuan yang seharusnya jika dirumah itu main rumah-rumahan,
boneka barbie ataupun boneka lainnya, tapi ini malah sebaliknya ia sering
bermain mobil-mobilan tamiya milik saudara laki-lakinya, selalu ikut bermain
sepak bola bersama anak laki-laki komplek, balap sepeda, berkelahi dengan
laki-laki dan masih banyak hal gila lain yang ia lakukan semasa kecilnya.
Siapa
sangka dan menduga cewek yang dulunya adalah cewek yang kasar, berprilaku dan
bersikap seperti cowok, suka bermain bersama anak laki-laki, tidak pernah
menyentuh boneka apapun, selalu berkelahi dengan para lelaki ini akan berubah
menjadi wanita yang super pada usia ke-19 tahunnya.
Cerita
dimulai saat ia tumbuh dan telah berumur 17 tahun yang artinya ia sudah tumbuh
menjadi seorang cewek remaja. Ia kini sedang berada dibangku 3 SMA, dimana
setiap remaja merasakan kenakalan yang sesungguhnya. Dalam cerita ini tidak
digambarkan bagaimana kisah si cewek dari usia balita, kanak-kanak, tapi
langsung meloncat ke kehidupan dari umur 17 tahunnya. Sebut saja namanya El
Gracelynn yang saat ini sedang bersekolah di SMA Tunas Bakti Jakarta.
Pagi
hari suasana dirumah El.
“Bun minta uang jajan”
pintanya pada sesosok wanita paruh baya yang tengah menyiapkan sarapan pagi.
“Sarapan dulu, baru
berangkat sekolah. Kalo gak sarapan gak ada uang jajan”
ancam wanita paruh baya itu.
“Gak usah dikasih bun,
biarin aja” saut seorang cowok tinggi, badan berisi
yang tengah menyantap sarapan.
“Apa-apaan sih bang,
gak usah ngasut bunda deh” jawabnya dengan sebal
Ditengah
perbincangan yang tak ada habisnya ini mereka pun bergerak sambil menyantap
sarapan pagi yang telah disiapkan oleh ibunda mereka tercinta. Sang ayah dan
abang ke duanya hanya menonton dan mendengarkan saja perbincangan itu yang
mereka tahu tidak ada untungnya untuk di dengar. Abang pertamanya bernama Ef
Grace, abang kedua bernama Van Grace, sang ayah Ali Grace, dan ibunda Tin
Gracelynn.
Kalian
pasti bingung kenapa nama dari keluarga ini mirip dengan nama orang barat semua,
apakah mereka keturunan orang barat ? itu yang pastinya saat ini terbesit
dibenak kalian bukan ? jika itu yang terlintas dalam pikiran kalian maka buang
jauh-jauh pikiran itu sebab salah besar, karena dulu keluarga ayah El saat
masih pada zaman dahulu keluarga ayahnya memiliki tradisi yang menyerupai adat
dari kebudayaan barat walaupun mereka bukan orang barat #LOL. Oke lanjut ke
ceritanya!
Setelah
sarapan pagi, El pun beranjak ke kamarnya untuk mengambil ponsel miliknya, saat
tengah meraih ponsel tersebut terdapat banyak pesan masuk dan beberapa
panggilan tidak terjawab.
“Celaka! Gawat nih!”
ujarnya lalu berlari menuruni tangga dan cepat-cepat ia memasang sepatu dan
langsung keluar menuju pintu rumahnya dan membuka pintu gerbang.
“Ngapain aja lo
dirumah, mandi di ancol apa lo, terus pake bajunya di cimahi gitu, lamanya
mintak ampun” omel si cowok yang dari tadi menunggu
di depan gerbang rumah El
“Eh sorry rik, disuruh
sarapan dulu tadi” muka memelas
“Enak aja, gue nunggui
dari tadi juga belom sarapan keleus” gerutunya lagi
“Gue traktir makan
dikantin deh, gimana ?” bujuk rayuan El
“Oke sip, ayok naek,
berangkat kita” ajaknya dengan muka tak lagi menekuk
marah yang berubah menjadi wajah tampan seorang cowok.
Disepanjang
perjalanan menuju sekolah dua makhluk ini pun asyik berbincang-bincang, entah
apa saja yang tengah mereka bicarakan tapi kelihatan sangat menyenangkan. Saat
setibanya di depan SMA Tunas Bakti itu, terdapat anak-anak sekolah tengah
berjalan masuk ke sekolah dan saat mereka masuk semua mata tertuju pada El.
Kenapa tidak ? karena kali ini El duduk tepat dibelakang Arik, ya cowok yang
saat ini menjadi populer dan selalu diincar dari dulu oleh para cewek mulai
dari adik-adik kelas, seangkatan hingga kakak kelas. Setiap mata yang melihat
ke arah El adalah tatapan benci, iri, dan ada juga yang mengagumi.
Kehidupan
sekolah SMA El sungguh membahagiakan karena ia dikelilingi oleh sahabat-sahabat
yang gila, kocak, blak-blakan, asyik juga sangat menyanyanginya. Arik, Ilham,
Dimas, Yoyok, Rudi, Enok, Desti, Idef, Srik dan Friska. Hingga mereka akhirnya
lulus dan menempuh jalan masing-masing untuk mencapai cita-cita mereka.
Walaupun mereka telah lulus tapi sering kali mereka menyempatkan diri untuk
nongkrong bareng, sekedar ngegosip, ketawa, ngejahilin orang lewat tapi itu
sungguh menyenangkan. Hingga tak terasa waktu mereka sudah habis, satu persatu
sahabat mereka meninggalkan kota untuk merantau ke kota lain seperti Bandung,
Yogyakarta, Bekasi, Bogor dll.
Kini
El pun tengah melanjutkan sekolahnya di Universitas terkemuka di Bandung, El
ingin merasakan bagaimana kehidupan jauh dari orang tua. Masuk kuliah dan
memulai kehidupan baru. Awal kuliah semua lancar, keuangan lancar, belajar
lancar, percintaan lancar, kesehatan lancar semua lancar adem kalem. Di semester
awal ini semua berjalan dengan baik sama seperti saat-saat di SMA, mempunyai
teman geng yang asyik, tapi kehidupan yang happy tidak akan berjalan mulus
selamanya. Saat memasuki semester kedua disinilah cerita dimulai.
Di
semester kedua ini El banyak mengalami cerita cinta, tapi cerita cintanya tak
pernah berjalan lama, setelah berpacaran maka tidak akan lebih dari 2 minggu ia
langsung putus. Kerjaannya mainin perasaan cowok, selalu memanfaatkan harta
cowok, minta traktir makan disana-sini, belanja sepuasnya tak peduli si cowok
ada uang atau tidak, anehnya setiap cowok selalu meuruti keinginannya. Dari
kakak tingkat hingga fakultas lain yang tak sama dengannya. Wajahnya tak
terlalu cantik, biasa-biasa saja, lalu kenapa ia bisa mendapatkan apa yang ia
inginkan ? inilah yang tidak akan pernah kalian ketahui yakni cara cowok
menilai cewek, jika cowok sudah suka pada satu cewek maka cowok akan melakukan
apa saja untuk membuat sang cewek tetap bersamanya. Inilah sifat alami cowok,
tapi ingat setiap cowok tak selalu sama.
Setelah
putus dengan pacar barunya yakni setelah pacaran yang jelas tidak lebih dari 2
minggu ini El bertemu dengan seseorang yang benar-benar merubah hidupnya.
Mungkin bisa disebut baru kali inilah El merasakan jatuh cinta tapi perjalanan
cintanya juga tak berlangsung mulus dan bahagia, memang awalnya selalu indah
tapi akhirnya siapa yang tahu?
Saat
ia sedang main dan mampir ke rumah salah satu teman sekelas cowok bersama
beberapa sahabat karibnya yang inti dari main dan mampir ini adalah mencarikan
salah satu sahabatnya pacar agar sahabatnya itu tidak lagi lemot dan bisa
berubah menjadi dewasa. Sebut saja Yuda teman cowok sekelasnya, Yuda mengajak
mereka main karena akan banyak teman-temanya yang akan datang ke rumahnya. Tak
ada sedikitpun niat El untuk mengencani salah satu dari teman-teman Yuda, ia
datang karena alasan yang tulus mau mencarikan sahabatnya Ria pacar. Sambil
menunggu kehadiran teman-teman Yuda, El, Ria, dan Fah menyantap makan malam
disebuah restoran keluarga yang kebetulan berada tepat di depan rumah Yuda.
Setelah mereka selesai makan terlihat dari jendela restoran tersebut sebuah
mobil yang tengah terparkir didepan pintu pagar rumah Yuda, melihat hal itu
Yuda langsung mengajak kami pulang dan menghampiri mobil itu yang ternyata
adalah teman-temannya.
“Hey bray apa kabar lo
?”
sapa salah seorang yang turun dari mobil
“Haha baik-baik aja bray,
ayok masuk aja ke dalem” ajak Yuda
Saat
masuk kedalam rumah Yuda, El yang sejak dari tadi menahan kebelet pipis
langsung berlarian ke wc. Saat setelah selesai dan tengah memasang kembali
celananya tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang tengah membuka pintu wc
tersebut, karena berpikir kalau pintu itu terkunci El hanya menjawab dengan
pelan “Ada orang” lalu masih terdengar bunyi itu dipaksa untuk membuka. El
sungguh terkaget-kaget saat pintu itu terbuka, untung saja celana miliknya telah
terpakai ditempat yang seharusnya. Seorang cowok muncul dari balik pintu dan
merasa terkejut juga lalu berlari dan memanggil teman-temannya yang lain hingga
banyak orang-orang yang berkumpul di depan pintu wc itu. Lucu ya ngebayangi ini
jika benar-benar terjadi dikehidupan kalian #LOL.
Inilah
awal saat El bertemu seorang yang ia cintai sepenuh hati, bukan untuk
mempermainkannya seperti saat ia dulu. Setelah kejadian itu mereka pun kembali
ke ruang keluarga dan Yuda memperkenalkan satu persatu teman-temannya pada El,
Ria dan Fah. Setelah itu mereka bertiga pamit pulang karena memang saat itu
telah malam dan tak baik saat cewek berkeliaran dirumah teman cowok yang saat
ini tengah ramai cowok-cowok. Beberapa cowok disana cakep-cakep, manis-manis,
kece-kece dll. Saat perjalanan pulang El lalu bertanya pada Ria.
“Gimana yayak, ada yang
kamu suka dari mereka ? Cowok yang pake baju putih yang keliatan dewasa ? atau
pake baju merah yang kece itu ?” beberapa pertanyaan
pun terlontar namun Ria tidak menyahuti dan menjawab pertanyaan konyol El.
“Ayok yayak, kamu pilih
yang mana ? Biar nanti kita bantuin” tambah Fah.
Ria
masih tidak menjawab dan hanya senyum lalu kemudian cemberut. Keesokan harinya
adalah hari libur jadi Yuda telah mengajak mereka untuk ikut pergi ke mall
bersenang-senang. El dan Fah menyetujui ajakan mereka karena memang hari itu
tidak ada jadwal apapun untuk dilakukan. Mereka pun berangkat dengan mobil
terpisah antara Yuda dan teman-temannya sedangkan El bersama Fah. Saat
sesampainya di sana mereka pun jalan-jalan, belanja, karoke, makan dll hingga
mereka lupa waktu. Saat tengah jalan, belanja, karoke maupun makan, El merasa
ada seseorang yang memperhatikannya. Hingga akhirnya Yuda pun memberitahu kalau
Fik salah satu temannya menyukai El. Bingung karena El punya kebiasaan lupa
akan nama seseorang yang baru kali pertama bertemu jadi ia tak tahu siapakah
Fik jadi El hanya tersenyum mendengar ucapan Yuda.
“El ada salam nih dari
temen gue yang ini” sambil menunjuk orangnya dan hanya di
balas senyuman oleh El.
“Fik bilang mau nomor
hp lo El, nih tulis ya” sambung Yuda lalu meberikan sebuah
ponsel.
“Nih udah, emang yang
mana sih Yud ?” tanya El penasaran.
“Itu tuh yang pake baju
abu-abu itu, gimana maniskan ? cakep kok gak nyesel pasti, lanjutin aja”
ujarnya sambil mencomblangkan kami
Sejak
hari itu setiap mereka main ke rumah Yuda selalu saja Fik memperhatikan El dan
mulai basa-basi untuk mengobrol. Lalu mulai dari situlah mereka jadi dekat,
sering bbm-an, telpon-an, sms-an hingga berjam-jam. Tak peduli waktu, dari pagi
hingga pagi kembali, terkadang mereka tak tidur hanya menghabiskan waktu
ditelpon ataupun bbm-an. Saat pagi hari menjelang sekitar jam 4 subuh mereka
berdua tengah bercerita dari telpon Fik mengajaknya untuk bertemu dengan alasan
kangen, lalu mereka sepakat jika sudah terang diluar sana mereka akan bertemu,
Fik yang akan menjemput El. Saat Fik telah menunggunya di depan pagar rumahnya
yang di Bandung itu, ia tinggal sendiri disana, jauh dari orang tua dan ingin
merasakan arti mandiri sesungguhnya, ia sungguh terkejut karena melihat style
cowok itu yang serasa ingin pergi jauh, dengan celana jins, kaos berkera, dan
sepatu. Coba lihatlag El, ia hanya mengenkan baju tidurnya dengan sendal jepit,
tapi pada saat itu El belum merasakan cintanya jadi ia biasa saja. Mereka pun
berangkat, entah tak tahu arah dan tujuan, mereka hanya ingin bertemu, mereka
menerobos jalan tanpa macet karena masih pagi. Merek berbincang-bincang banyak
hal. Hingga akhirnya Fik memutuskan untuk mengajak El ke rumah Yuda saja karena
dari tadi mereka melaju tanpa arah dan tujuan.
Setibanya
di rumah Yuda, Fik langsung mendapatkan omelan dari para temanya karena
pagi-pagi buta telah meninggalkan rumah hanya untuk berjalan-jalan bersama El.
“Dari mana aja lo,
pagi-pagi buta udah keluar rumah aja bray” ucap Tri
“Ngapelin cewek aja lo bray” timbal Zai
“Haha isi bensin mobil
gue, jangan mau pake jalan aja” saut Jik
“Alay nyantai aja lo
bray, bilang aja syirik” jawab Fik singkat lalu menarik
tangan El masuk kedalam.
Setelah
pendekatan akhirnya pada keesokan harinya Fik memberanikan diri menembak El dan
diterima. Mereka pun resmi pacaran pada tanggal 28 Desember itu menjadi
peringatan jadian mereka. Hari telah berlalu waktunya bagi teman-teman Yuda
untuk pulang ke kota asal mereka dan itu artinya El&Fik harus pisah serta
menjalani hubungan jarak jauh. Sebelum mereka berangkat, El dijemput oleh Fik
untuk mengantarkan mereka sampai bandara.
“Kamu jangan nakal ya,
aku janji bakalan kesini lagi” ucap Fik.
“Iya aku gak bakalan
nakal, kamu juga ya jangan nakal. Kamu harus tepatin janji ` kamu”
ujar El kemudian.
“Kita harus saling
percaya ya sayang, kamu jangan selingkuh” ucapnya lagi.
“Iyaiyaiyaaa..... kamu
tuh yang jangan selingkuh” balasnya.
“Siap bos”
mencium kening El lalu pergi.
Dikampus
El bercerita pada sahabatnya kalau ia pacaran sama Fik.
“Alah kali ini bisa
bertahan berapa minggu pacarannya ? Paling gak bakalan lebih dari 2 minggu
lagi” ejek Fah.
“ Yeee... siapa tau kan
kali ini bisa 1 bulan pacarannya. Kalo bisa sampe gitu gimana hayoo?”
balas El.
“Gak bakalanlah. Ini tu
cerita percintaan El gitu loh gak bakalan lebih dari 2 minggu”
masih meledek
“Liat aja nanti :p”
ujarnya singkat.
Hal
yang tak terduga pun terjadi El masih pacaran dengan Fik. Mereka kini telah
melewati pacaran 1 bulan, senang bukan main El. Semua terasa manis pada
awalnya, selalu ada waktu, menghabiskan waktu dengan telponan, bbman, smsan
hingga tengah malam dan terkadang mereka tak tidur. Semua hal yang manis hanya
berjalan selama 3 bulan. Pada akhir-akhir ini hubungan mereka jadi renggang.
Fik sudah tidak punya lagi waktu buat El, selalu punya alasan. Mulai meminta
hal yang tidak-tidak pada El, minta uang dengan berbagai alasan, karena El
memang sudah diajarkan untuk baik pada orang-orang, ia pun selalu membantu Fik.
Ditambah lagi El mendengar kalau perekonomian keluarga Fik tengah merosot, aset
perusahaan ayahnya terancam bangkrut. Fik selalu menceritakan masalahnya pada
El. Merasa harus menolong Fik ia rela memberikan uangnya, sempat terbenak
dipikiran El bahwa ia bodoh maunya memberi uang pada cowok, ingat ia dulu
sering mintak uang pada para mantannya tapi pikiran itu pun ia buang jauh-jauh,
ia ikhlas menolong, dari situlah El berubah ia benar-benar merasakan bahwa
hidup itu susah, cari uang itu susah, makan itu susah., semuanya butuh proses
yang panjang. Dulu El hanya solat jika ia mau tapi sekarang karena ia banyak
mengalami masalah yang dibuat oleh pacarnya kini El selalu mengingat Allah,
belajar untuk sabar, berhenti bertingkah cowok, mulai membeli banyak pakaian
wanita, berpenampilan manis dan cantik agar suatu saat bertemu lagi dengan Fik
akan terkejut melihatnya banyak berubah serta bangga padanya. Tak sadar kini El
sungguh benar-benar mencintai Fik. Semua perlakuaan Fik yang dulu lembut kini
berubah menjadi kasar, egois dan keras kepala.
Pada
hari jadi mereka yang ke 4 bulan El merasakan ada yang berbeda dari Fik hingga
membuatnya sering curiga, ia mengestalk semua akun sosmed Fik, mencari tahu
dengan sikapnya. Usaha El tak berujung sia-sia ia menemukan bahwa Fik saat ini
tengah dekat dengan seorang cewek. Mulai dari sinilah El sering marah-marah,
emosinya tidak stabil yang membuat Fik tambah berubah. Mereka sering kali
bertengkar, tiap hari kerjaannnya bertengkar. Pernah sekali Fik bercerita kalau
ada cewek yang mendekatinya, jika El bertingkah macam-macam maka Fik akan
berlari pada cewek itu tapi Fik bilang ia menyanyangi El hingga ia masih tetap
berada di sisinya.
Namun
semua hancur berantakan hubungan mereka retak, karena Fik kini memilih cewek
yang bulan lalu ia ceritakan. Mungkin ini sebagian salah El yang tak bisa
menahan emosinya. Selalu saja punya alasan untuk bertengkar. Kenapa tidak ?
Selalu saja El tak diperhatikan lagi seperti awal jadian. Fik lebih sering tak
memberi kabar, ia menelpon El kalau sedang butuh saja. Hingga akhirnya semua
terungkap bahwa Fik sudah benar-benar jadian dengan cewek yang bernama Yona
Yolanda, cewek ini memang lebih cantik dari El. Mungkin itulah alasan Fik
berpaling darinya.
Walau
begitu El masih tetap membantu Fik, tak penting berapa kali disakiti, ia masih
rela membantu Fik hingga batas kesabaran El habis ia mengajak Fik untuk putus
tapi Fik tak mau, dengan segala jurus Fik membujuk El agar tak putus lalu
mereka membuat kesepakatan. Mereka saling selingkuh tapi kedepannya mereka
masih harus bersama, hanya sampai 2 minggu saja El bertahan. Ia tak sanggup
diselingkuhi, saat ia pacaran dengan Fik tak pernah satu poto El yang masuk ke
dalam dunia sosmednya sedangkan Yona selalu masuk. Betapa perih dan luka
hatinya, ia sms Fik untuk memberitahukan betapa kecewanya ia.
“Kamu tau gak aku sakit
banger kamu buat gini. Aku gak pernah kamu banggain di sosmed lalu kenapa Yona
selalu kamu banggain ?” ungkapnya
“Kamu inget kan aku
kemaren bilang apa, ada hal yang aku mau omongin sama kamu tapi aku pengen
ngomong secara langsung empat mata. Tunggu aku kesana nanti aku jelasin”
jelas Fik.
Waktu
pun berlalu, masih dengan perasaan hancur berkeping-keping El tetap untuk
melanjutkan kesehariannya tapi ia tidak seceria saat semester awal baru masuk
kuliah. Ia sekarang lebih sering menangis, merenung, mununggu seperti orang
bloon. Ia kesulitan untuk membayar buku akibat uangnya ia pakai untuk membantu
Fik. Perasaannya sudah tak dapat dimengerti lagi, disisi lain ia ingin berhenti
mencintai Fik, disisi lain ia masih ingin bersama Fik. Ia selalu berdoa kepada
Tuhan agar diberikan jalan yang terbaik untuknya tetapi semua butuh proses
setiap kebahagiaan tidak ada yang instan. Semua melalui jalan yang panjang,
berliku dan terjal.
Benar-benar
Fik adalah cowok yang tak sebaik pikiran El. Kini Fik telah berada di kota
Bandung tapi ia tak pernah menemui El. Memang sesaat sebelum Fik berangkat ke
Bandung El meminta putus karena sudah tak sanggup lagi dengan perlakuan Fik.
Selalu saja menyakitinya dan membuat ia sedih. Perasaan El masih saja menghantui,
ia masih ingin bersama dengan Fik. Ia berharap Fik memohon agar tak putus
seperti waktu dulu. Lama ia berharap ponselnya berdering tapi tak kunjung ia
mendapatkan panggilan ataupun pesan dari Fik.
Kemudian
suatu hari telponnya berbunyi. Nomor tanpa nama di layar telpon itu lalu El
menjawabnya.
“Halo
siapa ya ?” tanyanya
“Fik”
satu kata
“Oh
kenapa?” sok cuek padahal dalam hati pengen teriak
Banyak
hal yang mereka bicarakan tapi semua yang mereka bicarakan bukalah hal-hal yang
indah tapi saling mengejek.
“Siapa juga yang mau
sama cewek jelek kayak kamu, muka gitu juga, gak usah di majuan juga mulut udah
doer” ledek Fik
“Haha ledek aja terus,
iya kamu yang paling sempurna dihidup ini, tampan, kaya, setia haha tapi
sayangnya cakepan pacar aku sekarang dari pada kamu !”
tertawa tapi hatinya menangis, orang yang dulu ia banggakan, ia sayangi, ia
pertahankan walau selalu menyakiti, kini berkata seperti itu padanya
“Hah coba sekarang kamu
jadiin DP bbm kamu, aku mau liat” kesal
“Oke. Sekarang ?”
bertanya
“Iya, cepetan”
“Udah. Tapi gimana kamu
mau liat dp bmm aku, kita aja gak satu kontak?”
“Ah gampang. Haha itu
yang kamu bilang cakep dari pada aku ? coba ya kamu bandingin poto aku sama
poto dia. Kamu edit sebelahan sama poto aku, gantengan yang mana. Udah buta ya
kamu haha udah buta semua kalian berdua”
“Terserah. Ada orang
yang dipoto ganteng tapi aslinya enggak, juga ada orang yang aslinya ganteng di
poto enggak. Jangan sok kegantengan !”
“Emang aku ganteng kok,
kalo aku gak ganteng gak mungkin aku bisa dapetin cewek aku sekarang”
“Hah ? biasa aja juga
gak terlalu cantik masih cantikan temen-temen aku”
“Mana bawa sini temen
kamu, alah muka kamu kayak monyet juga. Apa ada yang mau sama kamu, jelek dasar
haha” kata-katanya penuh dengan nada yang menghina
Masih
banyak lagi perdebatan mereka, tapi El sangat bersyukur telah ditelpon oleh Fik
walaupun itu sangat menyakitkan. Inilah jawaban doa El selama ini yang meminta
kepada tuhan akan kebenaran yang sesungguhnya. Ternyata cowok yang selama ini
ia anggap segalanya kini merobek setiap bagian dari hatinya. Kini ia tak pernah
lagi berharap ingin kembali pada Fik. Ia akan melangkah maju dengan didorong
oleh kata-kata kasar dan menyakitkan dari Fik membuat ia menjadi wanita yang
kuat. Tak pernah ia meninggalkan solat, selalu ia berdoa agar diberikan
kebahagiaan yang sesungguhnya, kebahagiaan yang bukan instan, kebahagiaan yang
melalui proses yang panjang, berliku dan terjal.
Disinilah
El sekarang berdiri. Ia telah berada di semester 4 dan masih lanjut kuliah.
Kini ia telah berubah menjadi cewek yang cantik, mempunyai seorang pacar yang
sangat menyayanginya, tak pernah meninggalkannya, selalu berada disampingnya,
menerima segala kekurangannya, menemani ia dari bawah hingga menjadi cewek yang
paling sempurna. Satu tahun sudah berlalu sejak ia dicaci, dihina dan
dicampakkan oleh Fik kini ia benar-benar merasakan apa itu bahagia.
Kebahagiaan
yang sesungguhnya telah El dapatkan bukan dari proses yang instan tapi melalui
proses yang panjang. Ia tak pernah menyerah untuk mendapatkan kebahagian. Pacarnya
saat ini adalah pengusaha sukses yang tak pernah meninggalkan ia sesibuk
apapun, selalu mengantar dan menjemputnya dengan mobil yang mahal dan pergi kemana
pun. Sekarang banyak yang iri akan kehidupan El, tak hanya cantik, punya pacar
yang tak hanya tampan juga kaya, ia memiliki nilai yang sempurna pula, dekat
dengan semua orang dikampus, ramah tamah juga baik hati, semua orang
mengenalnya, tak ada yang merasa jijik dan benci padanya, banyak orang yang
mengaguminya. Tak pernah terdengar lagi kabar Fik, pernah sekali El melihat
akun sosmed Fik tapi tak pernah ada tanda-tanda kehidupan disana.
Hingga
suatu ketika saat El tengah diajak Vin untuk menonton sebuah konser musik,
karena ramai sekali disana Vin lebih memilih untuk memarkirkan mobilnya saat
sedang ingin parkir El sangat terkejut melihat orang yang tak asing lagi
baginya. Ya, kalian benar sekali. Ia melihat Fik, kini Fik menjadi seorang
tukang parkir. El sudah bertekad dari dulu ia tidak akan pernah membalas
perlakuan Fik kepadanya selama ini, ia telah berjanji pada dirinya sendiri
untuk tetap baik kepada siapa pun yang telah menyakitinya oleh sebab itulah El
menghampiri Fik.
“Fik ? Kamu Fik kan ?”
“Iya... kamu siapa ya
?”
“Kamu gak ingat aku ?
Aku El. Kamu beneran gak ingat aku ?”
“El ? Hah ? Kamu El ?
Wah gila kamu cantik banget sekarang. Kamu masih ingat gak kita dulu sering
banget jalan berdua, teleponan sampe pagi”
“Haha iya inget kok”
“Kamu sama siapa kesini
? Mau pergi bareng sama aku nonton konsernya ? Eh iya boleh minta nomor ponsel
kamu ?”
“Gak usah aku kesini
sama seseorang kok itu dia lagi parkirin mobilnya. Nomor ponselku gak pernah
ganti kok, masih pake yang lama”
Terlihat
jelas diwajah Fik sangat tersirat kebahagian karena dipertemukan kembali dengan
El yang kini berubah menjadi seorang malaikat tanpa sayap, ia teringat akan
ketulusan hati El dulu, selalu ada
untuknya, membantu ia dalam setiap masalah keuanggannya, selalu baik padanya
walau ia sering kali menyakiti, Fik sungguh berharap bisa menjalin kasih
kembali bersama El tapi harapannya musnah seketika.
“Sayang lama nunggunya
? Maaf ya soalnya susah cari parkir yang pas” seseorang
tiba-tiba muncul lalu menggandeng El
“Kamu siapa ?”
tanya Fik terkejut
“Oh maaf Fik, kenalin
ini pacar aku. Namanya Vin” memperkenalkan
“Hallo. Vin”
menjulurkan tangan
“Fik”
ragu-ragu
“Eh udah dulu ya Fik
kita mau masuk, kamu mau ikut masuk ?” ajak El
“Enggak usah, aku lagi
kerja” jawabnya dengan nada lemah dan lesu
“Yaudah, kita masuk
dulu ya. Kalo ada apa-apa kamu bisa minta bantuanku, tingggal hubungi aja nomor
ponselku yang lama” ucapnya berlalu pergi
Kini
penyesalan yang menghantui Fik, ia tak menyangka begini jadinya hidup ia
sekarang, dulu saat ia pacaran dengan Yona semua awalnya sangat indah lalu Fik
meminta Yona membantunya seperti saat ia dibantu oleh El, berbeda dengan El
ternyata Yona tak mau menolong Fik, kini Yona meninggalkan Fik demi seorang cowok
lain yang lebih tampan dan mapan darinya. Terbesit dibenak Fik saat itu untuk
kembali pada El tapi ia gengsi, lalu ia pun menjalani hidupnya apa adanya. Tak
ada seorang pun yang mau membantunya lagi. Inilah yang harusnya kalian tahu
PENYESALAN SELALU DATANG DIAKHIR, JIKA MEMILIKI SEORANG YANG BENAR-BENAR MENYAYANGI
KALIAN JANGAN PERNAH UNTUK DISIA-SIAKAN, SEBEB TIDAK ADA YANG TAHU BAGAIMANA
KEHIDUPAN SELANJUTNYA AKAN BERLANGSUNG.
Dan
jika kalian benar-benar menyanyangi seseorang maka jangan pernah untuk membalas
semua perlakuan jahat yang ia lakukan, belajarlah ikhlas menerima semuanya.
Agar kelak kita akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya, melalui proses
yang jelas bukan instan. Cerita ini hanya fiktif belaka tapi ini hanya
mengajarkan kita bertapa pentingnya saling menerima, arti sabar dan ikhlas,
arti mencintai dengan tulus dan percaya akan adanya Allah. Selamat membaca.
Terima kasih~
Nah itulah sedikit coret-coretan elsik kali ini temannnn......!!!!!!
Semoga cerpen ini bermanfaat ya buat kalian semua. Jika terdapat kesamaan nama tokoh harap dimaklumi karena semua yg ada pada cerpen ini hanyalah fiktif belaka, ingat hanya fiktif !!! jadi bukan karena ada unsur kesengajaan loh yaaa.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar